![]() |
| Dokumentasi penyaluran bantuan (Ist) |
MANGGARAI TIMUR, Garismerah– Sebanyak 100 paket sembako disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026.
Bantuan tersebut merupakan donasi dari Yayasan Amanah Kemanusiaan Global bersama Kelab Perwira Malaysia. Penyaluran dilakukan oleh PIC Kabupaten Manggarai Timur bersama relawan pemuda lokal Desa Nanga Mbaur.
Gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang terjadi pada 15 Agustus 2026 berdampak terhadap kehidupan masyarakat di wilayah tersebut. Sebagian warga masih bertahan di tenda-tenda pengungsian dan mengalami keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan asesmen kebutuhan masyarakat terdampak, pangan menjadi salah satu kebutuhan yang perlu segera dipenuhi. Atas dasar itu, bantuan sembako disiapkan dan disalurkan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan.
Sebelum didistribusikan, logistik bantuan dibeli dari salah satu kios di Pasar Inpres Pota, Kecamatan Sambi Rampas. Pengadaan tersebut dilakukan oleh PIC Kabupaten Manggarai Timur dari Yayasan Amanah Kemanusiaan Global dan Kelab Perwira Malaysia.
Relawan pemuda lokal turut membantu proses pengangkutan, pengemasan hingga distribusi bantuan. Keterlibatan warga lokal dinilai penting untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat yang telah teridentifikasi membutuhkan.
Logistik yang disiapkan dalam penyaluran tahap pertama terdiri atas 300 kilogram beras, tiga ikat telur ayam, lima dos minyak goreng, delapan dos mi instan, dan air mineral 50 dos.
Setelah seluruh logistik tersedia, tim bersama relawan melakukan proses pengemasan menjadi paket sembako. Sebanyak 100 paket kemudian mulai didistribusikan pada pukul 12.00 WITA.
Secara keseluruhan, bantuan tahap pertama tersebut mencakup 152 kepala keluarga atau sekitar 489 jiwa. Distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan hasil asesmen kebutuhan serta kondisi masyarakat terdampak di masing-masing wilayah.
Warga penerima bantuan menyambut positif penyaluran tersebut. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan, bantuan dinilai menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat yang masih menghadapi kondisi sulit setelah bencana.
Dalam proses distribusi, tim PIC dan relawan juga menerima sejumlah masukan dari masyarakat mengenai kebutuhan yang masih belum terpenuhi.
Salah satu kebutuhan mendesak yang disampaikan warga adalah selimut, terpal dan obat-obatan. Kebutuhan tersebut belum dapat dipenuhi dalam penyaluran bantuan tahap pertama.
PIC Kabupaten Manggarai Timur menyatakan kebutuhan tersebut akan menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan tahap kedua.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari respons kemanusiaan untuk membantu masyarakat Desa Nanga Mbaur melewati masa tanggap darurat pascabencana.
Yayasan Amanah Kemanusiaan Global dan Kelab Perwira Malaysia, bersama relawan pemuda lokal, berkomitmen memantau perkembangan kebutuhan masyarakat dan menyalurkan bantuan secara bertahap sesuai kebutuhan yang ditemukan di lapangan.
