Aksi Heroik Anak 13 Tahun Saat Kebakaran Asrama TNI AD Mattoanging, Danpomdam Hasanuddin Beri Apresiasi.

Muhammad Rehan di dampingi keluarga Saat menerima Apresiasi dari Kolonel CPM M.Rokib Jabar, S.H dan Ny (Foto.Gm)

Garismerah, Makassar -
   Kebakaran besar yang melanda Asrama TNI AD Mattoanging, Kota Makassar, menjadi duka mendalam bagi puluhan warga. 


Api yang berkobar tak lama hanguskan 23 rumah warga, menyisakan puing-puing dan kerugian materi yang tak sedikit. Namun, di balik kepungan api dan kepanikan saat itu, muncul sebuah kisah haru yang menyita perhatian publik: seorang anak kecil berusia 10 tahun rela turun ke got untuk membantu TNI, Polri, dan petugas pemadam kebakaran memadamkan api.

 

Anak tersebut diketahui bernama Rahmat, Saat api masih berkobar dan petugas berjuang mengendalikan kobaran, Rahmat tanpa ragu turun ke got yang berair dan berbau untuk menimbah air. 


Air yang ditimbah Muhammad Rehan Saputra kemudian diambil bergantian oleh personel TNI dan Polri untuk disiramkan ke titik api yang masih menyala.

 

Aksi Rehan yang tak memikirkan risiko dan kelelahan itu menjadi sorotan. Di tengah kekacauan, anak itu justru menjadi "penyuplai air" bagi para petugas yang sedang berjuang menyelamatkan sisa bangunan dan aset warga.


Kini, kebaikan dan keberanian Rehan mendapat balasan. Pihak Pomdam (Komando Distrik Militer) Hasanuddin Makassar mengundang Rahmat untuk berkunjung dan Makan Bersama ke kantornya di Jl. Monginsidi No.19A, Maricaya Baru, Kec. Makassar, Kota Makassar. Jum'at Siang 4 September 2026.



Di sana, Rehan menerima apresiasi langsung dari Kolonel CPM M.Rokib Jabar, S.H Danpomdam Hasanuddin atas keberanian dan kepeduliannya yang luar biasa saat kejadian kebakaran.

 

"Aksi Rehan menjadi bukti bahwa kepedulian dan keberanian tidak mengenal usia. Di tengah musibah, aksi anak 13 tahun ini mengingatkan kita bahwa gotong royong dan kepedulian sesama adalah kekuatan yang tak ternilai, Layak kita apresiasi". Beber.



Diketahui Muhammad Rehan Saputra kini tinggal bersama keluarganya di Jl. Kakatua,semenjak kedua orangtuanya berpisah, Redaksi Media ini berharap kepada pemerintah Kota Makassar dapat membantu Rehan agar bisa melanjutkan sekolah karna saat ini Rehan putus sekolah.