Garismerah, Barru - Pemerintah Kabupaten Barru baru saja meraih penghargaan Pelayanan Kesehatan Tingkat Regional Sulawesi. Namun keberhasilan itu berbanding terbalik dengan pengalaman yang dialami keluarga pasien di RSUD Lapatarai Barru.
Alih-alih mendapatkan pelayanan yang layak, keluarga pasien mengaku terpaksa membeli air bersih sendiri selama menjalani perawatan. Mereka telah menghabiskan setidaknya 40 galon air dengan harga Rp6.000 per galon untuk kebutuhan minum, mandi, hingga mencuci keperluan pasien.
Kondisi ini memicu kecaman tajam dari Ketua Umum Barisan Muda Keadilan Indonesia (BMKI), Irham Tompo, Senin 21 September 2026.
"Bagaimana mungkin dinas kesehatan mendapat penghargaan pelayanan, sementara di rumah sakitnya saja air bersih — kebutuhan paling dasar — tidak terjamin? Keluarga pasien justru harus mengeluarkan biaya tambahan hanya untuk mendapatkan air," tegas Irham Tompo.
Menurutnya, ketersediaan air bersih adalah kewajiban utama yang harus dipenuhi oleh setiap fasilitas pelayanan kesehatan, bukan menjadi beban tambahan bagi keluarga yang sedang merawat orang sakit.
"Penghargaan tidak berarti jika kenyataannya di lapangan masyarakat masih dipersulit. Ini bukan soal biaya, melainkan soal hak dasar pasien dan keluarga. RSUD Lapatarai wajib menjamin ketersediaan sarana dasar yang layak, terjangkau, dan bersih," lanjut Irham.
Irham meminta pihak terkait segera menindaklanjuti keluhan tersebut dan memastikan tidak ada lagi keluarga pasien yang dirugikan.
"Kami akan terus memantau perbaikan yang dilakukan. Jika tidak ada perubahan, kami tidak segan untuk mendesak pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak RSUD Lapatarai maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Barru terkait keluhan tersebut, Media garismerah.id selalu membuka ruang sebagai hak jawab.(Red/Gm)
