![]() |
| Dokumentasi (Saidin) |
MANGGARAI BARAT, Garismerah— Empat puluh hari berada di Desa Warloka Kenari, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, menjadi pengalaman yang membekas bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang 2026.
Selama masa pengabdian itu, para mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja yang telah disusun. Mereka juga belajar tentang kehidupan masyarakat desa, membangun relasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta berbaur dengan pemuda dan anak-anak setempat.
"Manusia diciptakan bukan hanya untuk menaklukkan dunia, melainkan untuk menciptakan segelintir kenangan manis untuk dikenang di masa yang akan datang," demikian kutipan Milan Kundera yang menjadi salah satu refleksi mahasiswa selama menjalani pengabdian.
Perwakilan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang, Saidin Nurulmubin S., mengatakan lima program kerja yang dijalankan selama 40 hari tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Desa Warloka Kenari. Menurut dia, keterbukaan pemerintah desa dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang membuat kegiatan mahasiswa dapat berjalan.
"Kehadiran mahasiswa KKN di tanah Warloka Kenari ibarat angin segar yang menyatu dengan embusan tradisi. Setiap ilmu yang kalian bagikan dan setiap doa yang dipanjatkan di tanah ini akan menjadi amal jariyah yang merajut tali persaudaraan," kata Pangeran, salah seorang tokoh yang memberikan pesan kepada mahasiswa.
Bagi mahasiswa, pengabdian di Warloka Kenari juga menjadi ruang untuk belajar mengenai arti kebersamaan. Interaksi dengan masyarakat membuat program KKN tidak sekadar menjadi kewajiban akademik, tetapi juga proses belajar mengenai kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Dukungan serupa datang dari para tokoh masyarakat yang membuka ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi. Para pemuda desa juga ikut terlibat dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama program KKN berlangsung.
Bapa Salam, mentor muda yang mewakili Pemerintah Desa Warloka Kenari, mengatakan kehadiran mahasiswa membawa energi baru bagi masyarakat.
"Kolaborasi bersama mahasiswa KKN selama 40 hari ini membawa semangat baru bahwa perubahan selalu berawal dari aksi nyata, kepedulian bersama, dan keberanian untuk mencoba hal baru," ujar Salam.
Mahasiswa kemudian menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Warloka Kenari beserta seluruh perangkat desa yang telah mendampingi pelaksanaan program. Mereka juga berterima kasih kepada tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan anak-anak desa yang telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdian tersebut.
Bagi Saidin dan rekan-rekannya, Warloka Kenari bukan lagi sekadar lokasi pelaksanaan KKN. Desa itu telah menjadi bagian dari pengalaman hidup mereka selama 40 hari.
"Warloka Kenari telah menjelma menjadi rumah paling hangat bagi kami," kata Saidin.
Ia berharap hubungan yang terbangun selama KKN tidak berakhir setelah mahasiswa meninggalkan desa. Silaturahmi, kata dia, diharapkan tetap terjaga melalui komunikasi dan doa.
"Semoga rajutan silaturahmi ini abadi dalam doa, dan semoga desa tercinta ini senantiasa dilimpahi kedamaian serta kemakmuran selamanya." tutup Saidin
(Laporan Saidin)
