![]() |
| Penyerahan dokumen kependudukan oleh Bapak Camat Sambi Rampas (Th) |
Garismerah, MANGGARAI TIMUR— Di tengah situasi tanggap darurat Gempa Flores 2026, kehidupan di Posko Induk Kecamatan Sambi Rampas terus berjalan. Di antara warga yang masih bertahan di tengah kondisi darurat, seorang ibu melahirkan bayi.
Pemerintah Kecamatan Sambi Rampas melalui Posko Induk yang berlokasi di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur kemudian memastikan ibu dan bayi tersebut mendapat perhatian. Jumat, 4 September 2026, jajaran pemerintah kecamatan bersama aparat dan tenaga kesehatan meninjau langsung kondisi keduanya.
Peninjauan dilakukan bersama Kapolsek Sambi Rampas, Babinsa, serta Ketua UPTD Puskesmas Pota.
Selain memastikan kondisi ibu dan bayi, pemerintah kecamatan juga membawa urusan administrasi kependudukan ke dalam situasi darurat tersebut. Dua bayi yang baru lahir mendapatkan dokumen kependudukan berupa Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran.
“Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Kecamatan Sambi Rampas berkomitmen memberi pelayanan terbaik meski di situasi darurat seperti sekarang. Pelayanan warga tak boleh terhenti”, kata Theofilus Tahu, S.IP, Camat Sambi Rampas.
Lebih lanjut ia menyampaikan, pelayanan administrasi kependudukan itu bukan kali pertama dilakukan. Pada pekan sebelumnya, dokumen kependudukan juga telah diserahkan kepada empat bayi yang lahir di tengah situasi tanggap darurat.
Bagi keluarga terdampak bencana, dokumen tersebut bukan sekadar lembar administrasi. Akta kelahiran menjadi bukti identitas seorang anak, sementara Kartu Keluarga memastikan anggota keluarga yang baru lahir tercatat dalam administrasi kependudukan.
Situasi bencana memang membuat pemerintah harus memprioritaskan kebutuhan mendesak seperti pangan, tempat tinggal, kesehatan, dan keselamatan warga. Namun, pelayanan dasar tidak boleh ikut terhenti.
Kelahiran bayi di posko menjadi gambaran bahwa kehidupan tetap berlangsung di tengah bencana. Ada warga yang masih tidur di tenda, ada keluarga yang membutuhkan bantuan, tetapi ada pula bayi yang memulai kehidupan pertamanya dalam situasi yang serba terbatas.
Karena itu, pelayanan kepada warga terdampak tidak hanya soal bagaimana mereka bertahan melewati masa darurat. Pemerintah juga perlu memastikan hak-hak dasar mereka tetap terpenuhi.
"Penyerahan dokumen kependudukan kepada bayi yang baru lahir menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak gempa", tutupnya
Di tengah keadaan yang belum sepenuhnya pulih, negara dituntut tetap hadir—bukan hanya ketika warga membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup, tetapi juga ketika mereka membutuhkan kepastian atas identitas dan hak-hak sipilnya.
