Dugaan Tambang Ilegal dan Mafia BBM Sinjai, 4 Ormas Mahasiswa Desak Evaluasi Polres Sinjai


Wahid Leon, Jendlap Aliansi (Foto: Pribadi) 


Garismerah, Makassar- Empat organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Front Mahasiswa Rakyat Menggugat akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Mapolda Sulawesi Selatan pada Jumat, 5 Juni 2026. Massa menuntut pencopotan Kapolres Sinjai, Kasat Reskrim, dan Kanit Tipidter Polres Sinjai buntut dugaan lemahnya penegakan hukum di Kabupaten Sinjai.


Aliansi tersebut terdiri dari Komite Merah Putih Indonesia (KMPI), Serikat Gerakan Mahasiswa Indonesia (SGMI), Gerakan Pemuda Demokrat (GPD), dan Gerakan Pembebasan Mahasiswa (GPM). Jenderal Lapangan aksi adalah Wahid Leon.


Menurut rilis yang diterima garismerah (4/06/2026), massa aliansi membawa sejumlah tuntutan. Di antaranya mendesak Kapolda Sulsel melakukan evaluasi total terhadap jajaran Polres Sinjai serta penyelidikan internal terhadap Unit Tindak Pidana Tertentu/Tipidter.


Tuntutan tersebut dilatarbelakangi dugaan maraknya aktivitas tambang galian C ilegal, praktik mafia BBM di sejumlah SPBU wilayah Sinjai Utara, beroperasinya provider WiFi ilegal, hingga dugaan pelepasan terduga pelaku penyelundupan tabung gas elpiji yang sebelumnya diamankan aparat.


Wahid Leon menegaskan, aksi ini merupakan peringatan keras kepada aparat penegak hukum agar serius memberantas seluruh aktivitas yang diduga ilegal di Kabupaten Sinjai. 


"Aksi ini adalah bentuk peringatan keras kepada aparat penegak hukum agar serius memberantas seluruh aktivitas yang diduga ilegal di Kabupaten Sinjai. Kami menilai sudah saatnya dilakukan evaluasi total terhadap kinerja aparat yang menangani persoalan-persoalan tersebut," ujarnya


Menurutnya, berbagai dugaan pelanggaran hukum yang terus menjadi perbincangan publik menunjukkan perlunya langkah tegas dari pimpinan kepolisian di tingkat provinsi untuk memastikan tidak ada pembiaran terhadap aktivitas yang merugikan masyarakat dan negara.


Aliansi juga mendesak Kapolda Sulsel melakukan penyelidikan internal terhadap dugaan ketidakmampuan aparat dalam menyelesaikan persoalan di lingkup Tipidter Polres Sinjai.


Aksi yang dipusatkan di depan Mapolda Sulsel tersebut diperkirakan berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Aliansi menegaskan akan terus mengawal isu penegakan hukum di Kabupaten Sinjai hingga mendapatkan respons konkret dari pihak berwenang.


"Jika dugaan-dugaan ini terus dibiarkan tanpa tindakan tegas, maka publik berhak mempertanyakan sejauh mana komitmen penegakan hukum berjalan di Kabupaten Sinjai," demikian pernyataan aliansi. (**)