Garismerah, Makassar – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Front Mahasiswa Rakyat Menggugat (FMRM) yang terdiri dari KMPI Sulsel, SGMI, FPD, dan GPM menggelar aksi unjuk rasa di depan markas kepolisian daerah Sulawesi Selatan, Jumat (5/6/2026).
Dalam aksinya, massa menilai adanya dugaan berbagai persoalan hukum di wilayah Kabupaten Sinjai yang dinilai belum ditangani secara maksimal oleh jajaran sat reskrim Polres Sinjai.
Mereka mendesak Kapolda Sulsel untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Sinjai.
Massa aksi membawa sedikitnya lima tuntutan utama, yakni:
1.Mendesak Kapolda Sulsel mencopot Kapolres Sinjai dan Kasat Reskrim Polres Sinjai.
2.Mendesak Ditreskrimsus Polda Sulsel menyelidiki dugaan maraknya aktivitas tambang ilegal galian C di Kecamatan Sinjai Timur, Sinjai Selatan, dan Bulupoddo.
3.Mendesak penyelidikan terhadap dugaan praktik mafia BBM yang disebut terjadi di sejumlah SPBU di Sinjai Utara.
4.Mendesak pengusutan dugaan aktivitas provider Wi-Fi ilegal di Kabupaten Sinjai.
5.Mendesak Ditreskrimsus serta Bidang Propam/Paminal Polda Sulsel memeriksa Satreskrim Polres Sinjai terkait dugaan pelepasan terduga pelaku penyelundupan tabung gas elpiji yang sebelumnya diduga diamankan aparat.
Aksi berlangsung panas. Massa dan aparat pengamanan beberapa kali terlibat adu argumen hingga terjadi aksi saling dorong di depan gerbang Mapolda Sulsel. Meski demikian, situasi tetap dapat dikendalikan.
Jenderal Lapangan aksi, Wahid Leon, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk tekanan publik agar aparat penegak hukum tidak mengabaikan berbagai dugaan pelanggaran hukum yang berkembang di Kabupaten Sinjai.
"Kami menilai terdapat banyak persoalan yang harus mendapat perhatian serius dari Polda Sulsel.
Karena itu kami mendesak Kapolda Sulsel untuk mengevaluasi dan mencopot Kapolres Sinjai serta Kasat Reskrim Polres Sinjai yang kami nilai gagal menjalankan penegakan supremasi hukum secara maksimal," tegasnya.
Menurutnya, gerakan tersebut tidak akan berhenti pada aksi hari ini. Front Mahasiswa Rakyat Menggugat mengaku tengah menyiapkan gelombang aksi lanjutan sebagai bentuk pengawalan terhadap tuntutan yang telah disampaikan.
"Jika tuntutan ini tidak ditindaklanjuti, kami akan kembali turun dengan massa yang lebih besar pada aksi jilid II. Ini adalah bagian dari fungsi kontrol sosial masyarakat terhadap penegakan hukum," ujar Wahid Leon. (**)
