Garismerah, Takalar – Masyarakat Dusun Karepattoddo, Desa Barugaya, mempertanyakan transparansi pembangunan fasilitas TK/TPA yang bersumber dari anggaran Dana Desa.
Proyek tersebut menjadi sorotan warga karena dinilai kurang terbuka dalam pelaksanaan dan penggunaan anggaran.
Sejumlah warga mengaku tidak mendapatkan informasi yang jelas terkait rincian anggaran maupun proses pengerjaan pembangunan tersebut. Selain itu, tidak terlihat adanya Papan informasi proyek yang biasanya memuat besaran anggaran, sumber dana, serta waktu pelaksanaan kegiatan.
“Kami tidak tahu pasti berapa rincian anggarannya dan digunakan untuk apa saja. Tiba-tiba sudah ada pembangunan, tapi hasilnya juga kami nilai belum maksimal,” ujar salah satu warga setempat Kepada Media ini Jumat 27/03/2026.
Warga masyarakat yang turun langsung ke lapangan mengecek fisik bangunan TK/TPA menyampaikan data-data mengenai bangunan tersebut menyampaikan .
Panjang bangunan = 330 cm
Lebar bangunan = 410 cm
Panjang teras depan = 205cm
Lebar teras depan = 184 Cm
Pajang papan teras depan = 250 cm
Lebar papan = 20 cm
Panjang papan TK-TPA= 330 CM
Tiang 337 cm ukuran 15x20 cm= 9 batang
Atap ukuran 10 kaki = 16 lembar
Atap teras seng ukuran 6 kaki =9 lembar
Atap bagian belakang ± 6 lembar seng ukuran = 6 kaki
Selain itu, salah satu tokoh Masyarakat meminta agar TK/TPA yang sudah ditempati sekarang pelaksana proyeknya dan semua unsur terkait pemerintah Desa dapat membenahi dinding TK-TPA karena sudah pernah ada santri yang terjatuh.
Tak hanya itu dari keterangan salah seorang tokoh Masyarakat Desa Barugaya Syubhan Dg Nakku menyampaikan.
"Anggaran Dana Desa untuk Pembangunan TK-TPA di Dusun Karepattoddo itu 20 juta rupiah hal tersebut diketahui ketika di konfirmasi kepada Ketua BPD Desa Barugaya melalui telpon selulernya ketua BDP menyampaikan mengenai Anggaran Pembangunan TK-TPA di Dusun Karepattoddo pernah disampaikan langsung oleh Kades Barugaya secara lisan bahwa Anggaran Pembangunan TPA itu 20 juta itupun tidak cukup", Ungkap Syubhan.
Syubhan Dg Nakku menegaskan bahwa Alokasi Anggaran Dana Desa kita sebagai Masyarakat perlu berkolaborasi semua unsur terkait untuk mengawasi Dana Desa terkhusus di desa kita masing-masing.
"Tiga tahun terkahir ini masa pemrintahan di Desa Barugaya ada beberapa Paket Alokasi Anggaran yang menjadi sorotan, salah satu paket yang pernah kami pertanyakan kepada Ketua BPD adalah pengadaan Traktro Tangan tapi ketua BPD tidak tau menahu padahal bantuan Traktor Tangan dianggarkan Rp. 33.000.000 pada tahun 2024, beberapa Anggota BDP juga tidak tau menahu karena menurut mereka tidak pernah ada penyerah bantuan Traktor Tangan kepada Masyarakat dikantor Desa", Jelasnya.
Kondisi ini memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat, termasuk dugaan kurangnya keterbukaan dari pihak pemerintah desa dalam mengelola Dana Desa. Warga berharap ada penjelasan resmi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang lebih luas.
Warga berharap pemerintah desa segera memberikan klarifikasi secara terbuka, termasuk memaparkan rincian anggaran serta progres pembangunan. Mereka juga mendorong adanya musyawarah desa agar masyarakat dapat dilibatkan dalam evaluasi kegiatan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah Desa Barugaya belum memberikan keterangan resmi terkait pertanyaan masyarakat mengenai pembangunan TK/TPA di Dusun Karepattoddo.
Dengan adanya perhatian dari masyarakat, diharapkan pengelolaan Dana Desa ke depan dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan sesuai dengan kebutuhan warga. Red/Gm
