Pengajian Akbar Bersama Warga Binaan, Lapas Kelas I Makassar Hadirkan Ustadz Das’ad Latif


Garismerah, Makassar — Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar menggelar Pengajian Akbar bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Islam di Masjid Da’watul Ihsan Lapas Kelas I Makassar, Rabu (30/9/2026). Kegiatan  tersebut menghadirkan Ustadz Dr. H. Das’ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D., sebagai pengisi ceramah. Kegiatan turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Kepala Lapas Kelas I Makassar, pejabat struktural, pejabat fungsional, serta jajaran pegawai Lapas Kelas I Makassar.


Pengajian Akbar diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh salah seorang warga binaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Lapas Kelas I Makassar sebelum memasuki acara utama berupa ceramah agama.


Dalam penyampaiannya, Ustadz Das’ad Latif memberikan tausiah keagamaan kepada para warga binaan dengan mengangkat nilai-nilai keislaman, introspeksi diri, serta pentingnya menjadikan proses pembinaan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih baik. Tidak hanya ceramah, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk berinteraksi dan menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada penceramah. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme dari para peserta.


Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan pembinaan kepribadian, khususnya pembinaan kerohanian bagi warga binaan. Melalui kegiatan keagamaan secara rutin, Lapas Kelas I Makassar berupaya mendorong warga binaan untuk menyadari kesalahan yang telah dilakukan, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta membangun sikap dan perilaku yang lebih positif.


Kepala Lapas Kelas I Makassar,  Gumilar Budirahayu menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu aspek penting dalam proses pemasyarakatan.


“Pembinaan tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran dalam diri warga binaan agar mampu menjadi pribadi yang lebih baik. Kegiatan seperti pengajian ini menjadi ruang bagi mereka untuk melakukan introspeksi, memperkuat keimanan, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.


Lebih lanjut, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi dan penguatan spiritual kepada warga binaan agar selama menjalani masa pembinaan dapat memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat. (Humas)