Garismerah, Makassar – Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko memimpin rapat evaluasi pembangunan jembatan di wilayah Kodam XIV/Hasanuddin yang diikuti Pejabat Utama Kodam, para Komandan Korem, serta para Komandan Kodim jajaran di wilayah Sulsel dan Sultra secara virtual, bertempat di Ruang Vicon Puskodalops Makodam, Jl. Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Jumat (25/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Pangdam menerima laporan dari para Danrem dan Dandim jajaran terkait progres pelaksanaan pembangunan Jembatan Merah Putih serta Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah masing-masing, sekaligus mengevaluasi pelaksanaannya.
Dalam arahannya, Pangdam menekankan kepada seluruh komandan satuan agar menyukseskan program tersebut. Menurutnya, pembangunan jembatan merupakan salah satu program prioritas yang harus mendapat perhatian serius.
Ia meminta para Danrem dan Dandim mengerahkan seluruh kemampuan dalam melaksanakan pengawasan, termasuk mencegah terjadinya kesalahan yang dapat membahayakan masyarakat maupun mencoreng nama baik TNI.
“Saya mohon keluarkan segala daya mampunya para komandan korem untuk bisa melakukan pengawasan yang ketat terhadap dua program prioritas ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pangdam menegaskan agar pembangunan jembatan dilaksanakan sesuai standar yang telah ditetapkan dan pengawasan dilakukan secara menyeluruh karena program tersebut menyangkut kepentingan masyarakat serta membawa nama baik institusi TNI.
“Ayo kita jaga keselamatan masyarakat kita, jaga Kasad kita, program ini sangat mulia. Program ini adalah salah satu program prioritas yang begitu selesai itu langsung dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Untuk memperkuat pengawasan, Pangdam menyampaikan telah membentuk tim khusus yang diharapkan menjadi instrumen pengawasan sekaligus membantu jajaran dalam memastikan setiap tahapan pekerjaan terlaksana dengan baik.
“Ini sebagai tangan terakhir saya dalam hal pengawasan, karena saya merasa bahwa program ini sangat baik. Agar tidak gaduh, agar tidak mencoreng nama baik TNI, maka tidak boleh ada kesalahan dalam program ini,” tegasnya. (**)
