Garismerah, Makassar — Memaknai Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua Umum DPP LBH Suara Panrita Keadilan, Djaya Jumain, menegaskan bahwa kemerdekaan memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar terbebas dari penjajahan.
Menurut Djaya Jumain, kemerdekaan sejati adalah ketika bangsa dan rakyat mampu menentukan nasibnya sendiri, berdiri dengan martabat, serta terbebas dari segala bentuk penindasan dan ketidakadilan.
“Merdeka itu adalah ketika bangsa dan rakyat mampu menentukan nasibnya sendiri, berdiri dengan martabat, serta terbebas dari penindasan dan ketidakadilan,” ujar Djaya Jumain.
Ia menilai, kemerdekaan harus dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat. Rakyat harus memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat, mendapatkan perlindungan hukum, memperoleh kehidupan yang layak, serta memiliki kesempatan yang sama untuk ikut menentukan masa depan bangsa.
“Merdeka bukan sekadar bebas dari penjajahan, tetapi juga bebas menyampaikan pendapat, memperoleh keadilan, mendapatkan kehidupan yang layak, dan ikut menentukan masa depan bangsa,” katanya.
Djaya Jumain juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan tidak diskriminatif. Menurutnya, hukum harus menjadi instrumen untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, bukan menjadi alat yang hanya berpihak kepada mereka yang memiliki kekuasaan atau kemampuan.
“Merdeka adalah ketika hukum berdiri tegak, keadilan tidak memandang siapa yang berkuasa, dan rakyat tidak takut memperjuangkan kebenaran.”
Sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang bantuan dan perjuangan hukum bagi masyarakat, LBH Suara Panrita Keadilan, lanjut Djaya Jumain, akan terus mendorong kesadaran hukum masyarakat serta memberikan pendampingan bagi mereka yang membutuhkan akses terhadap keadilan.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kata dia, hendaknya menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen bangsa. Kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, kepedulian sosial, penghormatan terhadap hak asasi manusia, penegakan hukum, serta keberanian untuk memperjuangkan kebenaran.
“Kemerdekaan adalah amanah para pendiri bangsa yang harus kita jaga dan isi. Perjuangan belum selesai ketika masih ada masyarakat yang merasa tertindas, haknya terabaikan, atau kesulitan mendapatkan keadilan,” tegasnya.
Djaya Jumain mengajak masyarakat untuk menjadikan semangat kemerdekaan sebagai energi bersama dalam membangun Indonesia yang lebih adil, berdaulat, sejahtera, dan bermartabat. (**)
