Kantor Inspektorat Palopo Dibobol Maling, Frederik Kalalembang Minta Polisi Usut Tuntas


Garismerah, Palopo
– Dugaan pembobolan Kantor Inspektorat Kota Palopo menjadi perhatian serius Anggota DPR RI, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Frederik Kalalembang. Menurutnya, peristiwa tersebut tidak boleh dipandang sebagai tindak pencurian biasa, melainkan perlu didalami kemungkinan adanya motif lain yang berkaitan dengan dokumen atau data penting.


Frederik menilai pelaku kemungkinan tidak hanya mengincar barang-barang berharga yang berada di kantor tersebut. Ia menduga ada kemungkinan sasaran utama pelaku adalah data-data proyek atau dokumen penting yang tersimpan di lingkungan Inspektorat.


“Kalau saya melihat, ini bukan hanya sekadar mengambil atau mencuri barang-barang yang ada di Inspektorat. Kelihatannya lebih mengarah pada upaya memperoleh data-data proyek atau dokumen penting. Karena itu, penyidik perlu mengungkap motif yang sebenarnya agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat,” ujar Frederik.


Ia mengatakan, kejadian tersebut juga menjadi warning bagi seluruh pejabat dan aparatur pemerintah agar meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga keamanan dokumen negara maupun aset perkantoran.


“Peristiwa ini menjadi warning bahwa segala sesuatu bisa saja dipantau oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu. Karena itu saya mengimbau seluruh pegawai, khususnya di lingkungan Pemerintah Kota Palopo, agar meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem pengamanan kantor maupun dokumen penting,” tegasnya.


Frederik juga menyampaikan bahwa peristiwa ini hendaknya menjadi warning bagi Pemerintah Kota Palopo, khususnya Wali Kota, untuk terus memperkuat prinsip keterbukaan dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah.


“Kepercayaan publik hanya dapat dibangun melalui tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Saya berharap seluruh program pembangunan dan penggunaan anggaran dapat dikelola secara terbuka serta dipastikan berjalan sesuai perencanaan sehingga tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Saya juga berharap proyek-proyek yang belum terselesaikan maupun yang pelaksanaannya belum optimal dapat segera dievaluasi dan dituntaskan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.


Frederik mengaku telah meminta Kasat Reskrim Polres Palopo untuk mengusut tuntas kasus tersebut agar motif sebenarnya dapat terungkap.


“Saya sudah menyampaikan kepada Kasat Reskrim agar kasus ini diusut tuntas dan tidak dibiarkan. Jangan sampai menjadi preseden buruk bagi jalannya pemerintahan di Kota Palopo. Aparat penegak hukum harus mengungkap siapa pelakunya, apa motifnya, dan apakah ada kaitannya dengan dokumen atau kepentingan tertentu,” pungkas Frederik. (**)