Frederik Kalalembang Resmikan Rumah Aspirasi: Dari Lebang Suara Rakyat Diperjuangkan Hingga Senayan


Garismerah, Makassar
- Hampir setiap hari masyarakat datang silih berganti ke Rumah Aspirasi milik Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol (P) Drs. Frederik Kalalembang, di Kelurahan Lebang, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. Mereka datang membawa beragam persoalan, mulai dari menyampaikan aspirasi, memberikan saran dan kritik, meminta pendampingan hukum, mengadukan persoalan sosial, pekerjaan, pendidikan, hingga masalah keluarga. Bagi sebagian warga, rumah itu telah menjadi tempat pertama untuk mencari jalan keluar ketika menghadapi persoalan.


Melihat semakin besarnya kepercayaan masyarakat, Frederik Kalalembang kemudian melakukan renovasi sekaligus meresmikan Rumah Aspirasi tersebut agar lebih representatif sebagai pusat pelayanan dan komunikasi dengan masyarakat. Peresmian berlangsung dalam suasana penuh keakraban dengan memotong pita dan tumpeng yang dihadiri langsung Frederik Kalalembang bersama sang istri, Christine Kalalembang, pihak kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta ratusan warga yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan Rumah Aspirasi.


Simbol Kedekatan dengan Masyarakat


Rumah Aspirasi tersebut dibangun bukan sekadar sebagai bangunan fisik, melainkan menjadi simbol kedekatan seorang wakil rakyat dengan masyarakat yang diwakilinya. Dari tempat sederhana inilah berbagai persoalan warga didengarkan secara langsung, dipelajari, kemudian dikomunikasikan dengan pemerintah maupun instansi terkait agar memperoleh solusi sesuai ketentuan yang berlaku.


Selama ini, berbagai persoalan masyarakat telah difasilitasi melalui Rumah Aspirasi. Mulai dari sengketa sosial, persoalan hukum, pelayanan publik, ketenagakerjaan, pendidikan, hingga berbagai permasalahan kemasyarakatan lainnya. Tidak sedikit persoalan yang akhirnya menemukan titik terang setelah dilakukan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak.



Berangkat dari berbagai aspirasi yang diterima itulah, Frederik Kalalembang mengaku banyak memperoleh gambaran mengenai kebutuhan nyata masyarakat. Berbagai masukan tersebut kemudian menjadi bahan pertimbangan dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, maupun penganggaran di DPR RI sehingga kebijakan yang diperjuangkan benar-benar berangkat dari suara rakyat.


"Rumah Aspirasi ini lahir karena kecintaan saya kepada masyarakat. Saya ingin masyarakat memiliki tempat yang terbuka untuk datang menyampaikan harapan, kritik, saran, maupun persoalan yang mereka hadapi. Setiap aspirasi adalah amanah yang harus didengar dan diperjuangkan sebaik-baiknya sesuai kewenangan yang saya miliki sebagai wakil rakyat," ujar Frederik Kalalembang, anggota DPR RI dari dapil Sulsel 3.


Wakil Rakyat yang Selalu Mendengar


Ia menegaskan bahwa menjadi anggota DPR RI bukan hanya hadir saat masa tertentu, melainkan harus terus membangun komunikasi dengan masyarakat sepanjang waktu. Menurutnya, seorang wakil rakyat harus lebih banyak mendengar daripada berbicara, karena dari suara masyarakat lahir berbagai gagasan untuk membangun daerah dan memperbaiki pelayanan kepada rakyat.


"Saya berharap Rumah Aspirasi ini menjadi rumah bagi semua masyarakat tanpa memandang latar belakang apa pun. Mari kita jadikan tempat ini sebagai ruang dialog, ruang persaudaraan, dan ruang mencari solusi bersama. Perbedaan boleh ada, tetapi kepentingan masyarakat harus selalu kita utamakan. Insyaallah setiap aspirasi yang disampaikan akan kami perjuangkan dengan penuh tanggung jawab hingga ke DPR RI," tuturnya.


Peresmian Rumah Aspirasi berlangsung dengan penuh kekeluargaan. Bagi masyarakat Lebang dan sekitarnya, kehadiran Rumah Aspirasi bukan hanya menjadi tempat menyampaikan keluhan, tetapi juga menjadi simbol bahwa suara rakyat selalu memiliki ruang untuk didengar, diperjuangkan, dan diwujudkan menjadi solusi nyata. (*)