Jalan status Desa, Malah di Anggarakan Masyarakat Melalui Swadaya, Apa Anggaran Masuk Kantong?



Garismerah,
SINJAI 13 Juni 2026 – Di balik besaran anggaran yang tergolong besar, kondisi pembangunan di Desa Terasa, Kecamatan dan Kabupaten Sinjai, dinilai masih tertinggal, terutama pada sektor infrastruktur jalan. Hal ini memicu pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan warga setempat.

 

Seorang pemuda asal Dusun Rumbia, Hardiawan, menyampaikan kegelisahannya terkait pengelolaan keuangan desa tersebut. Menurutnya, Desa Terasa termasuk salah satu desa dengan alokasi anggaran terbesar di Sinjai, mencapai sekitar Rp1 miliar per tahun. Namun, ia menilai hasil pembangunannya belum terasa secara nyata oleh masyarakat.

 

“Anggaran di Desa Terasa ini terbilang sangat besar, kurang lebih Rp1 miliar setiap tahunnya. Tapi yang saya lihat sampai saat ini, belum ada pembangunan yang benar-benar bisa dirasakan manfaatnya, terutama perbaikan jalan,” ujar Hardiawan saat ditemui, Sabtu (13/6).

 

Ia menambahkan bahwa pembangunan jalan seharusnya menjadi prioritas utama. Sebab, akses jalan yang baik sangat menunjang kelancaran perputaran perekonomian, akses pelayanan kesehatan, hingga kebutuhan pendidikan warga.

 


Kekhawatiran itu terlihat nyata dari upaya mandiri yang dilakukan warga. Masyarakat Dusun Rumbia diketahui secara swadaya melakukan kerja bakti memperbaiki jalan rusak dengan mengumpulkan dana dan tenaga dari kalangan sendiri, demi memastikan aktivitas sehari-hari tetap berjalan lancar.

 

Fakta ini makin memperkuat pertanyaan publik: ke mana alokasi dana desa yang jumlahnya cukup besar tersebut disalurkan, mengingat kebutuhan paling mendasar saja belum terpenuhi secara maksimal.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola desa terkait alokasi anggaran dan rencana perbaikan infrastruktur jalan tersebut. Red/gm