Garismerah, Bone – Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ahmad Jaiz, mendesak Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bone untuk tidak menutup mata terhadap dugaan insiden penganiayaan yang diduga melibatkan Ketua DPRD Kabupaten Bone, Andi Tenri Walinonong, terhadap salah seorang stafnya bernama Yuli.
Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan insiden tersebut terjadi pada Rabu, 22 Juli 2026, sekitar pukul 14.30 WITA, di kantin Gedung DPRD Kabupaten Bone. Dalam peristiwa tersebut, korban diduga dilempari kue, dipaksa memasukkan kue ke dalam mulutnya, kemudian disiram dengan air. Dugaan kejadian itu kini menjadi perhatian publik dan diharapkan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ahmad Jaiz menilai, apabila dugaan tersebut benar, tindakan itu tidak hanya berpotensi melanggar hukum, tetapi juga mencederai etika seorang pejabat publik serta dapat berdampak pada citra lembaga DPRD dan Partai Gerindra. Karena itu, ia meminta Ketua DPC Gerindra Bone segera mengambil sikap dengan melakukan evaluasi internal terhadap kadernya sesuai mekanisme organisasi, tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah.
"Kami meminta Ketua DPC Gerindra Bone untuk tidak tinggal diam.Sebagai pimpinan partai di daerah, sudah sepatutnya menunjukkan sikap yang tegas dan bertanggung jawab terhadap dugaan yang menyeret nama kadernya. Partai harus menghormati proses hukum dan mengambil langkah organisasi sesuai aturan yang berlaku," tegas Ahmad Jaiz.
Ahmad Jaiz juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan peristiwa tersebut secara profesional, objektif, transparan, dan tanpa pandang bulu.
Menurutnya, penegakan hukum yang adil merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara maupun partai politik. (**)
