GP Ansor dan PERGUNU Manggarai Timur Gelar Doa dan Santunan Anak Yatim Sambut 1 Muharam 1448 H


Dokumentasi kegiatan (ist) 


Manggarai Timur, Garismerah– Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Manggarai Timur bersama Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) menggelar doa, tausiyah, dan santunan anak yatim di Masjid Jami Nurul Falaq, Lengko Randang, Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, Minggu (21/6/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.


Acara dibuka dengan pembacaan doa dan sholawat yang dipimpin oleh Dr. Jufri, S.Sy., S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Majelis Zikir dan Rijalul Ansor PW GP Ansor Provinsi Nusa Tenggara Timur. Suasana khidmat langsung menyelimuti masjid saat lantunan doa dikumandangkan.


Dalam sambutannya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sambi Rampas, Drs. Muhammad Kasim, menegaskan bahwa peringatan Tahun Baru Hijriah merupakan momen penting untuk introspeksi diri. Ia juga meluruskan pemahaman keliru yang beredar di masyarakat yang menganggap Bulan Muharam sebagai bulan sial. "Pemahaman seperti ini mengandung unsur kesyirikan, karena semua bulan pada hakikatnya adalah baik," tegasnya.


Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Manggarai Timur, Edy Gunawan, dalam sambutannya menyoroti makna 10 Muharam sebagai hari duka bagi umat Islam. Ia mengaitkannya dengan peristiwa Karbala pada tahun 61 Hijriah, saat Sayyidina Husen bin Ali syahid.


"Mentari di bumi Nanga Mbaur bersinar terang, berjajar sawah hijau penuh harapan. Ansor tangguh bergerak maju menuju Indonesia Emas 2045," ucap Edy mengawali pidatonya. Ia melanjutkan, "Tepat 10 Muharam menjadi hari duka bagi umat Islam. Oleh karena itu, kami berinisiatif melaksanakan kegiatan ini dengan mengusung tema 'Mari Jadikan Tahun Baru Islam sebagai Awal untuk Memperkuat Ibadah dan Keikhlasan Hati'."


Edy menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah merawat tali silaturahmi, mengenang jasa para pejuang Islam, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran generasi muda.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Komandan Rayon Militer 1612/04 Elar, Serka Malik, Perwakilan Polsek Sambi Rampas, serta para tokoh agama dan masyarakat se-Kecamatan Sambi Rampas.


Acara inti diisi dengan tausiyah oleh Pengasuh Pondok Pesantren As Sofa Ruteng, Ustadz Joni Setiawan, yang membawakan tema "Kisah di Balik Penetapan Tahun Hijriah". Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa kalender Islam ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab r.a. pada tahun 17 Hijriah. Penetapan itu dilatarbelakangi oleh kendala administrasi surat-menyurat. Atas usulan Ali bin Abi Thalib r.a., peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah disepakati sebagai titik awal penanggalan Islam. 


"Penetapan ini bukan untuk merayakan hijrah semata, melainkan sebagai pengingat akan pengorbanan, perjuangan, dan semangat membangun peradaban," ujarnya.


Di penghujung acara, PC GP Ansor Matim bersama PERGUNU Matim menyalurkan santunan berupa paket sembako kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa sebagai wujud kepedulian sosial.