Dua Kali Gelar Aksi, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Mamuju Kecewa Pejabat Terkait Mangkir

Doc. Peserta aksi demonstrasi pemuda dan mahasiswa.
Garismerah | Mamuju - Aliansi Mahasiswa dan Pemuda menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju sebagai bentuk protes terhadap dugaan penyelewengan distribusi BBM dan kelangkaan elpiji yang terjadi di wilayah tersebut, pada Kamis 15 Juni 2025. 


Sayangnya, aksi tersebut tidak membuahkan hasil karena Kepala Dinas Perdagangan yang diharapkan hadir untuk berdialog dengan massa aksi tidak berada di kantor pada jam kerja, meski sebelumnya pihak demonstran telah melayangkan surat pemberitahuan resmi.


Koordinator lapangan, Sahrul, menegaskan bahwa aksi tersebut menyoroti beberapa persoalan penting, seperti dugaan penimbunan BBM, ketidaktertiban pengelolaan SPBU, dan kelangkaan elpiji yang berdampak langsung pada masyarakat.


Tidak berhenti di situ, pada 18 Juni 2025, aliansi kembali melanjutkan aksinya di Kantor DPRD Kabupaten Mamuju. Mereka berharap wakil rakyat dapat menindaklanjuti dan mengevaluasi kinerja dinas terkait.


Namun, kekecewaan kembali terjadi. Pada saat aksi berlangsung, tidak ada satupun anggota DPRD maupun staf yang berada di kantor, meski masih dalam waktu jam kerja.


"Kami sangat muak dengan situasi ini. Kondisi seperti ini menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat. Saya bersama aliansi mahasiswa dan pemuda akan terus mengawal kasus ini." Ujar Sahrul.


"Kami mendesak agar Kepala SBM Sulbar segera dicopot dari jabatannya. Kami juga akan mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi yang tidak tepat sasaran serta meminta agar distribusi elpiji segera dikondisikan agar kembali normal." Tegas Sahrul.


Sahrul menambahkan, jika tuntutan tersebut tidak diindahkan, aliansi mahasiswa dan pemuda berjanji akan kembali turun ke jalan dengan aksi yang lebih besar.


"Kami berharap instansi-instansi terkait segera memperbaiki seluruh permasalahan ini. Jika tidak, jangan salahkan kami jika aksi demonstrasi yang lebih besar akan terus kami lakukan." Tutup Sahrul. (Hidayah)