ALIANSI MAHASISWA BERSATU AKAN GELAR AKSI, DESAK BULOG HENTIKAN PENGAMBILAN GABAH DI SINJAI DAN BULUKUMBA

Garismerah, Sulsel -  1 Mei 2026, Aliansi Mahasiswa Bersatu (AMB) menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin, 4 Mei 2026 di Kantor Bulog Kanwil Sulawesi Selatan. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap dugaan kebijakan pengambilan gabah yang dinilai merugikan petani di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba.


Koordinator Lapangan aksi, Ilham Setiawan, menegaskan bahwa langkah yang dilakukan oleh pihak terkait berpotensi memicu kelangkaan gabah di daerah serta memperparah kondisi ekonomi petani lokal.


“Kami melihat ada indikasi kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, khususnya petani. Jika ini terus dibiarkan, maka dampaknya akan sangat luas, termasuk potensi krisis pangan di daerah,” tegas ilham.


Dalam aksinya nanti, massa akan menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak Bulog Sulselbar untuk segera menghentikan pengambilan gabah di Sinjai dan Bulukumba, serta meminta transparansi dalam proses distribusi dan pengelolaan hasil pertanian.


Aliansi Mahasiswa Bersatu menilai bahwa pengambilan gabah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan ketimpangan distribusi dan mengancam ketersediaan pangan di tingkat lokal. Selain itu, kondisi ini juga dikhawatirkan akan semakin membebani petani di tengah tantangan iklim seperti dampak El Nino.


“Negara harus hadir melindungi petani, bukan justru membiarkan kebijakan yang berpotensi merugikan mereka. Kami mendesak adanya langkah tegas dan berpihak kepada rakyat,” lanjutnya.


Aksi ini direncanakan akan melibatkan puluhan hingga ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa. AMB memastikan bahwa kegiatan tersebut akan berlangsung secara damai dan tertib sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Sebagai bentuk keseriusan, Aliansi Mahasiswa Bersatu juga membuka kemungkinan untuk melanjutkan gerakan ke tahap yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons dari pihak terkait.


“Ini bukan sekadar aksi, ini adalah peringatan bagi semua pihak agar tidak bermain-main dengan nasib petani dan ketahanan pangan rakyat,” tutup Ilham. (**)