Garismerah, Gowa -Pelantikan Ketua DPRD Kabupaten Gowa yang baru, Fahmi Adam, menggantikan Muhammad Ramli Siddiq Dg. Rewa, menjadi perbincangan berbagai kalangan baik di Sosial Media atau dimeja Warung Kopi, Pergantian pucuk pimpinan legislatif ini dinilai sebagai momentum penting untuk membenahi kinerja lembaga perwakilan rakyat yang selama ini dianggap belum maksimal menjawab persoalan masyarakat.
Wakil Ketua Umum DPP Gempa Indonesia, Ari Paletteri, secara tegas menantang kepemimpinan baru DPRD Gowa agar tidak sekadar menjalankan fungsi formalitas. Ia menilai, kehadiran Fahmi Adam harus mampu menghadirkan perubahan nyata, terutama dalam merespons berbagai persoalan urgen di Kabupaten Gowa.
“Ketua DPRD itu bukan hanya simbol. Harus berani bertengkar ide dan gagasan, bukan sekadar duduk manis lalu ketuk palu. Rakyat butuh solusi, bukan seremoni,” tegas Ari.
Menurutnya, selama ini DPRD kerap terjebak dalam rutinitas administratif tanpa keberanian mengkritisi kebijakan eksekutif. Padahal, sebagai lembaga legislatif, DPRD memiliki fungsi kontrol yang sangat vital terhadap jalannya pemerintahan daerah.
Ari juga menekankan bahwa Fahmi Adam sebagai kader dari Partai Persatuan Pembangunan harus mampu menjaga marwah lembaga DPRD sekaligus membawa nama baik partai, khususnya DPC PPP Gowa. Namun ia mengingatkan, loyalitas terhadap partai tidak boleh mengalahkan kepentingan rakyat.
“Jangan sampai terjebak deal-deal politik. Ketua DPRD harus berdiri di atas semua kepentingan, bukan menjadi perpanjangan tangan kekuasaan atau alat kompromi politik,” lanjutnya.
Lebih jauh, Ari berharap kepemimpinan Fahmi Adam mampu menghadirkan gaya komunikasi yang lebih terbuka, kritis, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat. Ia menilai, masyarakat Gowa saat ini membutuhkan figur pemimpin legislatif yang berani bersuara, bukan hanya aktif dalam rapat-rapat formal.
“Fahmi harus lebih komunikatif, lebih kritis, dan benar-benar turun melihat kondisi rakyat. Jangan hanya bicara di atas kertas, tapi tidak ada realisasi di lapangan,” ujarnya.
Pergantian Ketua DPRD ini pun diharapkan menjadi titik awal perubahan arah kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat. Apakah Fahmi Adam mampu menyelesaikan masalah yang ada dan apakah kepemimpinan baru ini mampu menjawab tantangan, atau justru kembali terjebak dalam pola lama0 yang minim gebrakan. Red/Gm.
