![]() |
| Antrian panjang peserta PPPK Tahap II |
Garimerah, Kupang- Sejumlah 2.497 pegawai PPPK Tahap II yang baru saja dilantik mengaku kecewa setelah menerima pesan melalui saluran WhatsApp dari Yosef Rasi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT, bahwa dalam pesannya memaksa donor darah bagi peserta PPPK Tahap II baru bisa mendapatkan SK
Adanya paksaan donor darah tentu menimbulkan kekecewaan dari peserta PPPK, karena informasi itu tidak melalui surat edaran resmi dan bersifat mendadak, mereka menilai hal ini adanya sifat tidak manusia dari kepala BKD Provinsi NTT, mengapa demikian? Karena tidak melihat kondisi peserta dengan baik, apalagi ada beberapa peserta PPPK dalam keadaan kurang sehat, sedang menyusui dan hamil
Adapun pesan melalui saluran WhatsApp dari Kepala BKD Provinsi NTT "penyerahan SK PPPK Tahap II hanya bisa dilakukan bagi PPPK yang sudah melakukan donor darah, sedangkan yang belum, silahkan lakukan donor darah baru pengambilan SK"
Menurut sumber dari peserta PPPK Tahap 1 yang tidak mau disediakan namanya, mereka saja yang pesertanya sebanyak lima ribu lebih tidak ada aturan donor darah seperti itu, atau ini hanya memenuhi kepentingan dari instansi terkait
Melalui keresahan dari peserta PPPK yang sudah dilantik sejumlah 2.947 PPPK Tahap II, mereka sangat kecewa atas keputusan yang diambil oleh BKD Provinsi NTT, yang dimana adanya sifat menekan dan memaksa donor darah serta mengikuti sosialisasi HAM yang berlangsung di Gor Oepoi Kupang, padahal itu semua tidak ada surat resmi yang dikeluarkan oleh BKD, melainkan hanya himbauan via WhatsApp
"Kami yang sudah lantik sebanyak 2.497 pppk tahap II di paksa untuk donor darah, dengan banyaknya peserta itu kami antri sudah dua hari terhitung dari tanggal 10 kemarin hingga tanggal 11 dan langsung diarahkan harus mengikuti sosialisasi HAM bertempat di Gor Oepoi Kupang, padahal kesemua itu tidak ada edaran resmi berupa surat yang sah yang dikeluarkan oleh BKD, hanya himbauan lewat saluran WA saja" jelas mereka dengan penuh kecewa
Lanjutnya, kami merasa kecewa dengan sikap yang dilakukan oleh BKD saat ini, mereka dari daratan flores tinggalkan sanak keluarga demi mengikuti pelantikan dan menerima SK PPPK di musim cuaca yang ekstrim seperti saat ini, tapi fakta nya tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan
"Kami sangat kecewa sikap dari BKD ini, mereka tidak memikirkan kami yang jauh dari daratan Flores tinggalkan keluarga, tapi karena demi kepentingannya sendiri mereka sangat otoriter ambil tindakan semaunya" ucapnya
Tambahnya, berbeda dengan penyerahan PPPK Tahap 1 waktu itu, semua berjalan sesuai prosedur. Harapannya kami mohon dengan rendah hati kepada bapak ibu DPRD Provinsi Komisi Pendidikan untuk mengambil sikap terkait dengan keresahan kami sekarang ini, karena sebagian dari peserta PPPK ada yang kondisi kesehatan sedang tdak baik-baik saja, diantaranya ada ibu hamil, menyusui, sakit dan lainnya.
Hingga berita ini dinaikan wartawan garismerah sedang berupaya meminta penjelasan dari Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Laporan: Jailan Ahmad
