Garismerah, Makassar – Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) Raider 700/Wira Yudha Cakti (WYC), Letkol Inf Iwan Sunarya menggelar kegiatan silaturahmi bersama awak media di Markas Komando Batalyon Infanteri Raider 700/WYC, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan antara TNI dan insan pers sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.
Acara itu turut dihadiri Mayor Pawit Parwanto dari Pendam XIV/Hasanuddin serta puluhan jurnalis dari media cetak, televisi, dan media daring di Makassar.
Dalam sambutannya, Letkol Inf Iwan Sunarya menegaskan pentingnya komunikasi yang terbuka antara jajaran Yonif 700/WYC dan media.
“Saya mengundang rekan-rekan jurnalis agar kita semakin akrab dan dapat saling berbagi informasi terkait prajurit 700/WYC. Jika di lapangan ada informasi mengenai prajurit yang melakukan kesalahan, silakan dikonfirmasi langsung kepada saya. Jika terbukti bersalah, tentu akan diberikan sanksi dan tidak akan ditutup-tutupi,” ujarnya.
Ia menambahkan, dirinya terus menanamkan disiplin kepada seluruh prajurit di bawah komandonya agar selalu menjaga nama baik satuan.
“Saya sudah mendoktrin prajurit bahwa jika ingin hidup bahagia, jangan berbuat masalah,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Letkol Inf Iwan Sunarya juga memberikan klarifikasi terkait kabar viral yang menyebut seorang anggota Yonif 700/WYC terlibat dalam aksi demonstrasi ricuh di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Menurutnya, setelah dilakukan penelusuran, pria bernama Suaib yang sempat diamankan polisi bukanlah anggota TNI, melainkan warga sipil yang bekerja sebagai petugas keamanan yang postur tubuhnya mirip dengan anggota TNI.
“Dari hasil klarifikasi, Suaib ternyata sudah tiga kali mendaftar sebagai calon anggota TNI namun belum lulus, Saat ini saya minta dia tinggal sementara di Mako Yonif 700/WYC untuk ikut pembinaan dan latihan bersama prajurit sebagai persiapan agar bisa kembali mendaftar,” pungkasnya.
Selain berlangsung sebagai ajang pertukaran informasi dan hubungan baik antara pihak militer dengan dunia pers, acara ini juga menyuguhkan momen spesial di mana seluruh peserta awak media diajarkan teknik menembak secara langsung oleh personel yang berkompeten.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan praktis mengenai keterampilan dasar militer serta mempererat kedekatan dan pemahaman timbal balik antara TNI dan masyarakat melalui para jurnalis" Tutupnya.
Acara berlangsung dengan suasana akrab, interaktif, dan penuh manfaat bagi seluruh Awak Media yang hadir. Red/Akmal
