Warga Dusun Sa'ro Gowa Swadaya Tambal Jalan Poros, Pemerintah Diminta Jangan Tinggal Diam?

doc. antusias warga Dusun Sa'ro Tambal jalan poros yang rusak dengan biaya patungan?
Garismerah, Gowa - Semangat gotong-royong masyarakat Dusun Sa’ro, Desa Taring, Kecamatan Biring Bulu, kembali menyala terang. Senin (5/1/26).

Tanpa menunggu janji manis atau anggaran yang tak kunjung turun, warga secara sukarela dan swadaya bahu-membahu memperbaiki jalan poros vital yang menghubungkan Pannyawakkang–Taring.

Jalan yang selama ini rusak parah, berlubang, dan kerap memakan korban, kini mulai disentuh tangan-tangan rakyat.

Dari pagi hingga sore, warga turun langsung ke lokasi mengangkut material, menimbun lubang, hingga meratakan badan jalan. 

Antusiasme warga memuncah, bukan karena proyek, melainkan karena kebutuhan mendesak demi akses ekonomi, pendidikan, dan keselamatan bersama.

Ironisnya, jalan poros yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah justru diperbaiki dengan uang dan tenaga rakyat kecil yang juga dibebani pajak.

Fakta ini memantik pertanyaan keras : di mana peran pemerintah selama ini? Mengapa akses penghubung antar wilayah yang krusial dibiarkan rusak hingga warga harus patungan?

Tokoh masyarakat setempat uang enggan disebutkan namanya, menegaskan bahawa aksi ini adalah tamparan keras bagi para pemangku kebijakan agar tidak menutup mata.

“Kami tidak menuntut berlebihan, kami hanya ingin jalan layak. Jika rakyat sudah bergerak, pemerintah jangan tinggal diam,” tegasnya.

Aksi swadaya ini patut diapresiasi setinggi-tingginya. Namun lebih dari itu, harus menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah agar segera turun tangan, melakukan perbaikan permanen, dan tidak membiarkan semangat gotong-royong terus dijadikan penutup atas kelalaian kebijakan.

"Rakyat sudah membuktikan kepedulian. Kini giliran pemerintah menunjukkan tanggung jawab," tutupnya.

Laporan.  Reski Saputra