Garismerah, Malino
— Menteri Lingkungan Hidup RI, Muhammad Jumhur Hidayat, secara resmi membuka kegiatan Kemah Bakti Lingkungan 2026 yang berlangsung di Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Sabtu malam (17/10/2026).


 Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Lingkungan Hidup RI, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sulawesi Selatan, dan Lembayung Indonesia Sulawesi Selatan.

 

Dalam sambutannya, Menteri Jumhur Hidayat menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum nyata untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan hidup.

 

"Kegiatan Kemah Bakti Lingkungan kolaborasi KSPSI–Lembayung Sulawesi Selatan dan Kementerian Lingkungan Hidup RI ini menjadi momentum meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup lewat aksi nyata menjaga kebersihan, menjaga tubuh sehat, mengelola sampah, menanam pohon, serta memperkuat semangat gotong royong," ujar Menteri Jumhur.

 

Ia juga mengajak seluruh peserta yang hadir untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam. "Saya mengajak seluruh peserta Kemah Bakti 2026 ini agar penuh semangat dalam menjaga kesehatan dan keselamatan kelestarian alam. Selamat dalam mengikuti kegiatan bermanfaat ini untuk membawa perubahan lingkungan," tambahnya.

 

Sebelum kegiatan dibuka, panitia penyelenggara telah melakukan kampanye luas melalui media sosial dan imbauan di tempat keramaian guna mengajak masyarakat turut peduli terhadap isu lingkungan hidup.

 

Sementara itu, Ketua KSPSI Sulawesi Selatan, Basri Abbas, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan Kurang Lebih 650 Peserta yang terdiri dari kader KSPSI dan kelompok pencinta alam dari berbagai Kabupaten di Sulawesi Selatan, untuk benar-benar mewujudkan langkah nyata dalam menjaga lingkungan sekaligus mengedukasi masyarakat luas.

 

"Kegiatan kolaborasi ini juga kita gunakan untuk mengedukasi masyarakat agar senantiasa menjaga kelestarian lingkungan hidup," tegas Basri Abbas.

 

Kemah Bakti Lingkungan di Malino diharapkan dapat melahirkan gerakan berkelanjutan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, serikat pekerja, dan pemerintah dalam menjaga kelestarian alam, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan. (Tim Garismerah.id di lokasi)