![]() |
Garismerah, Pota- Minyak goreng bersubsidi merek Minyakita dilaporkan langka di Pasar Pota, Manggarai Timur. Para pedagang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan menjelang hari raya idul Fitri 2026.
Berdasarkan laporan masyarakat dan pedagang di Pasar Pota stok MinyaKita hampir tidak tersedia di lapak pedagang. Kalaupun ada, jumlahnya sangat terbatas, harga mahal dan tidak mencukupi kebutuhan pasar.
Sementara itu, salah satu pedagang menyampaikan, saat ini ketersediaan minyaKita hampir tidak ada di Reo, Kabupaten Manggarai.
"Sekarang Minyakita itu susah didapat. Kami biasa beli di Reo. Kalau pun ada, pasti harganya mahal," kata salah satu pedagang kepada garismerah.id, Sabtu (14/3/2026).
Salah satu masyarakat yang ditemui di Pasar Pota, menyampaikan keluhannya sebagai Ibu Rumah Tangga karena susah mendapatkan minyakKita yang murah menjelang hari raya Idul Fitri.
"Kami sangat membutuhkan minyak goreng yang murah saat ini untuk keperluan membuat kue lebaran dan lain-lain," keluhnya dengan nada kecewa.
Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2024, Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Namun di pasar tersebut, harganya sudah di atas ketentuan tersebut.
"Sekarang ada yang menjual Rp. 22 ribu. Itu pun barangnya (mulai) tidak ada,” kata salah satu masyarakat.
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, melalui Ketua Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik, Sulatin menilai kelangkaan ini mesti diperhatikan secara serius oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur.
Ia menambahkan, eksistensi Gerakan Pangan Murah (GPN) yang bentuk di Kabupaten Manggarai Timur melibatkan multistakeholder dinilai tidak berfungsi dengan baik.
"Pemerintah Daerah Manggarai Timur dengan konsep Gerakan Pangan Murah (GPN) tidak berfungsi dengan baik. Harga sembako, jenis minyakKita yang jelas-jelas barang subsidi tidak dikawal secara serius" tegasnya
