Garismerah, Luwu Timur — PT Ibra Karya Mandiri menegaskan komitmennya dalam memberdayakan tenaga kerja lokal melalui kegiatan sosialisasi yang digelar pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Wasuponda. Kegiatan tersebut dihadiri oleh manajemen PT Ibra Karya Mandiri, sembilan perwakilan lembaga, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat setempat.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari langkah strategis PT Ibra Karya Mandiri sebagai mitra PT HNI dalam mendorong proses perekrutan tenaga kerja yang transparan, berkeadilan, dan berpihak pada masyarakat lokal, khususnya di wilayah yang terdampak langsung oleh aktivitas industri.
Dalam forum tersebut, PT Ibra Karya Mandiri menegaskan bahwa tenaga kerja lokal menjadi prioritas utama dalam proses penyerapan tenaga kerja, sepanjang memenuhi kebutuhan dan kualifikasi yang dipersyaratkan perusahaan. Selain itu, perusahaan juga membuka ruang partisipasi publik dengan melibatkan lembaga dan organisasi lokal dalam fungsi pengawasan sebagai bentuk komitmen terhadap akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat.
Perwakilan lembaga yang hadir, Darman Manurung, menyebut kegiatan sosialisasi ini sebagai angin segar di tengah harapan masyarakat terhadap kehadiran industri di wilayah mereka.
“Ini merupakan angin segar. Perusahaan yang dijalankan oleh pemuda menunjukkan komitmen nyata dalam melirik dan memberdayakan masyarakat lokal, khususnya di wilayah terdampak. Kami, sebagai lembaga dan bagian dari masyarakat, berkomitmen untuk mengawal kebijakan ini agar benar-benar dijalankan secara konsisten,” ujar Darman.
Selain pengawasan, lembaga dan tokoh masyarakat juga sepakat memberikan rekomendasi sebagai penguatan kepada masyarakat lokal, terutama terkait peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal. Salah satu poin penting yang menjadi perhatian bersama adalah dukungan terhadap kebutuhan lisensi dan sertifikasi tenaga kerja.
Direktur PT Ibra Karya Mandiri, Indra Erawan, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal.
“Salah satu langkah konkret yang dapat kami lakukan untuk masyarakat lokal adalah membantu fasilitasi pembuatan lisensi dan sertifikasi, tentunya dengan memenuhi sejumlah persyaratan yang berlaku. Kita memahami bersama bahwa banyak masyarakat di wilayah terdampak memiliki keterampilan dan pengalaman kerja yang mumpuni, namun kerap terkendala aspek administratif, seperti kepemilikan SIO dan sertifikasi K3,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dukungan serta pengawasan dari lembaga, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat menjadi elemen penting dalam memastikan program pemberdayaan berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran.
Sementara itu, HRD PT Ibra Karya Mandiri, Fadel Anzar, menegaskan bahwa keterlibatan lembaga dan masyarakat lokal bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari sistem kerja perusahaan dalam memastikan proses rekrutmen berjalan objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami ingin memastikan bahwa perekrutan tenaga kerja lokal tidak dilakukan secara tertutup atau sepihak. Melalui sosialisasi ini, kami membuka ruang komunikasi dan pengawasan bersama agar tercipta kolaborasi yang baik,” tegas Fadel.
Ia menambahkan bahwa PT Ibra Karya Mandiri berkomitmen menjadikan tenaga kerja lokal sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar pelengkap kebutuhan industri. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas melalui pelatihan, lisensi, dan sertifikasi akan menjadi agenda berkelanjutan perusahaan.
“Tenaga kerja lokal harus naik kelas. Bukan hanya diterima bekerja, tetapi juga memiliki kompetensi yang diakui secara legal dan profesional. Ini penting agar mereka tidak selalu berada di posisi rentan, baik hari ini maupun ke depan,” tutupnya.
Melalui sosialisasi ini, PT Ibra Karya Mandiri berharap terbangun sinergi yang kuat antara perusahaan, PT HNI, dan masyarakat lokal, sehingga kehadiran industri tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah terdampak. (Fd)
.jpg)
