Garismerah, Makassar - Gelombang tekanan publik terhadap aparat penegak hukum kembali menguat. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Komite Merah Putih Indonesia (KMPI) Sulawesi Selatan kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda Sulsel, menyoroti dugaan penimbunan dan penyelundupan BBM lintas provinsi di Kabupaten Sinjai. Rabu (7/1/26),
doc. penerimaan laporan di polda sulsel
Dalam aksi bertajuk Jilid 2 ini, KMPI menegaskan bahwa praktik tersebut diduga kuat telah merugikan nelayan dan petani akibat kelangkaan serta disparitas harga BBM di lapangan.
Wahid, Koordinator Aksi KMPI Sulsel, dalam orasinya menyebut dugaan penimbunan dan penyelundupan BBM tersebut merupakan kejahatan terstruktur yang patut diusut secara serius, transparan, dan tanpa kompromi.
“Ini bukan pelanggaran biasa. Ini kejahatan terorganisir. Kami mendesak aparat memeriksa oknum-oknum yang diduga terlibat, termasuk SPBU tempat pengambilan BBM tersebut,” tegas Wahid.
Wahid juga mengungkapkan bahwa pada aksi jilid pertama, KMPI telah melayangkan aduan resmi serta menyerahkan bukti dokumentasi terkait dugaan praktik ilegal tersebut ke Ditreskrimsus Polda Sulsel.
Menurutnya, aksi jilid 2 digelar sebagai bentuk tekanan publik (public pressure) untuk mempertanyakan sejauh mana progres penyelidikan Unit Tipiter Polda Sulsel atas laporan yang telah masuk.
“Aduan kami sudah diterima. Bukti sudah kami serahkan. Sekarang kami menagih komitmen penegakan hukum — apakah kasus ini benar-benar diselidiki atau justru dibiarkan menguap,” kata Wahid.
Menutup orasinya, Wahid menegaskan bahwa KMPI tidak akan mundur dan siap kembali menggelar Aksi Jilid 3 jika penyelidikan berjalan lamban.
“Kami akan terus turun ke jalan sampai kasus ini diusut tuntas. Tidak boleh ada mafia BBM yang kebal hukum,” tutupnya. (tim/red)